Senin, 12 Mei 2025

DIALOG - KELOMPOK8

 RED,GREEN, BLUE

Tokoh

Danial : pemimpin kelompok, humoris, asik, bertangungjawab

Hafiz : humoris, sensitif.

Aulia : cerdas, suka membaca.

Fatma : pendiam, namun sangat setia.

Pak guru ( pemeran sampingan )

 

Setting

Taman, jam istirahat,sekolah

 

 PAK GURU: (membagi keompok dan memberikan tugas) anak-anak untuk tugas kelompoknya dikumpulkan minggu depan, setelah saya ACC silakan diupload di website DRMA dan dicetak menjadi sebuah text drama. 

( dua minggu pun berlalu )

PAK GURU: (duduk di bangku guru sambil mengecek hasil kelompok) bagus bagus bagus sekali (sambil menganguk-nganguk) seluruh kelompok sudah bagus mengerjakan dengan baik. Untuk tiga minggu ke depan adalah waktunya untuk menampilkan drama yang kalian buat yang paling bagus nanti akan megikuti lomba antar sekolah. ( ponselnya pun berdering setelah ia menggangangkat telfon ia pun berpamitan kepada seluruh siswa siswi sambil keluar )

(para kelompok pun mendiskusikan pekerjaannya masing masing begitupula dengan kelompok 9)

AULIA: heyy kalian!.. kita tampil di urutan ke 5 jadi kita tampil di minggu ke dua.

FATMA : iya.. kesepakatan kita mau latihan hari apa? (berbicara dengan pelan)

DANIAL: hemmm.. jangan senin, jumat, selasa.

AULIA: hemmm

HAFIZ: hemmm.. rabu malas.

FATMA : bagaimana kalau kamis aja? Semua kosng kan? (sambil malu-malu)

DANIAL, HAFIZ, HAFIZ : ACC (ujar seluruh angota keompok)

AULIA: dan , fiz awas gak dateng (menatap serius)

(dua hari pun berlalu dan pada saat hari latihan hafiz tidak datang)

* besoknya hari jum’at *

(danial duduk di bangku sambil membaca buku. hafiz datang dengan tergesa-gesa.)

HAFIZ: Dan! Lo liat Aul gak?

DANIAL: (menutup buku) Enggak. Emangnya kenapa?

HAFIZ: Aul  marah, bro. Gara-gara kemarin gue nggak datang pas janji latihan drama. Katanya gue nggak niat.

DANIAL: Tapi kan lo bilang mau nemenin nenekmu yang lagi sakit.

HAFIZ: Nah itu dia. Gue jelasin ke dia, tapi dia malah makin emosi.

(Aulia muncul dari arah lain taman. Wajahnya datar, tapi matanya tampak lelah.)

AULIA: Jadi gue yang salah?

DANIAL: UL , enggak begitu maksud hafiz.

HAFIZ : Gue cuma bingung harus milih yang mana. Gue sayang kalian semua.

AULIA: Tapi kadang sayang aja gak cukup, fiz.

(danial pun heran dengan apa yang hafiz katakan, dalam hatinya ia berkata “ ha sayang “)

(Fatma datang perlahan, menatap satu per satu temannya.)

FATMA : Kalian ini... kenapa jadi kayak gini? (dengan halus)

AULIA : ini bukan salahmu fat.

FATMA : Tapi semuanya mulai berubah sejak hafiz ingkar janji.

DANIAL: Bukan, bukan karena itu. Kita semua cuma... terlalu diam. Gak saling jujur.

(Suara hening sejenak. Angin hangat berhembus.)

HAFIZ: Gue cuma takut... takut kehilangan kalian semua.

AULIA: Gue juga, fiz. Tapi caramu ngejaga kita kadang malah bikin sakit.

(danial kembali membantin dalam hatinya “ haa “ sambil curiga)

FATMA : Aku cuma mau kita kayak dulu lagi. Ketawa, cerita, walau cuma hal sepele.

DANIAL: (sambil ragu dan sedikit heran) Mungkin kita butuh waktu. Tapi yang penting kita gak saling ninggalin.

 (aulia duduk, diikuti Fatma . Danial dan Hafiz pun ikut duduk di kursi Taman .)

DANIAL: (dengan suara yang ceria) Gimana kalau kita mulai dari sekarang? Satu putaran, kita jujur satu hal ke yang lain.

HAFIZ: Oke, gue dulu. Gue minta maaf karena suka gak mikir dulu sebelum bertindak dan gue ingkar janji ke kalian sorry.

AULIA: Gue minta maaf karena terlalu keras dan gak denger penjelasan kalian.

FATMA : Aku minta maaf karena terlalu sering menahan perasaan, bikin kalian bingung.

DANIAL: Gue minta maaf karena selalu pengen semuanya sempurna, padahal kita cuma manusia.(dalam hatinya “ anjai “)

(Mereka saling pandang, lalu tertawa kecil.)

FATMA : Kita sahabat, kan?

SEMUA: (serempak) Iya, selamanya.

(Tirai perlahan menutup.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KARYA ILMIAH - AHMAD SETIAWAN

 Sisi Lain Media Sosial: Antara Manfaat dan Dampak Negatif bagi Masyarakat Modern Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keh...