RED,GREEN, BLUE
Tokoh
• Danial : pemimpin kelompok, humoris, asik, bertangungjawab
• Hafiz : humoris, sensitif.
• Aulia : cerdas, suka membaca.
• Fatma : pendiam, namun sangat setia.
• Pak guru ( pemeran sampingan )
Setting
Taman, jam istirahat,sekolah
PAK GURU: (membagi keompok dan memberikan tugas) anak-anak untuk tugas kelompoknya dikumpulkan minggu depan, setelah saya ACC silakan diupload di website DRMA dan dicetak menjadi sebuah text drama.
( dua minggu pun berlalu )
PAK GURU: (duduk di bangku guru sambil mengecek hasil kelompok) bagus bagus bagus sekali (sambil menganguk-nganguk) seluruh kelompok sudah bagus mengerjakan dengan baik. Untuk tiga minggu ke depan adalah waktunya untuk menampilkan drama yang kalian buat yang paling bagus nanti akan megikuti lomba antar sekolah. ( ponselnya pun berdering setelah ia menggangangkat telfon ia pun berpamitan kepada seluruh siswa siswi sambil keluar )
(para kelompok pun mendiskusikan pekerjaannya masing masing begitupula dengan kelompok 9)
AULIA: heyy kalian!.. kita tampil di urutan ke 5 jadi kita tampil di minggu ke dua.
FATMA : iya.. kesepakatan kita mau latihan hari apa? (berbicara dengan pelan)
DANIAL: hemmm.. jangan senin, jumat, selasa.
AULIA: hemmm
HAFIZ: hemmm.. rabu malas.
FATMA : bagaimana kalau kamis aja? Semua kosng kan? (sambil malu-malu)
DANIAL, HAFIZ, HAFIZ : ACC (ujar seluruh angota keompok)
AULIA: dan , fiz awas gak dateng (menatap serius)
(dua hari pun berlalu dan pada saat hari latihan hafiz tidak datang)
* besoknya hari jum’at *
(danial duduk di bangku sambil membaca buku. hafiz datang dengan tergesa-gesa.)
HAFIZ: Dan! Lo liat Aul gak?
DANIAL: (menutup buku) Enggak. Emangnya kenapa?
HAFIZ: Aul marah, bro. Gara-gara kemarin gue nggak datang pas janji latihan drama. Katanya gue nggak niat.
DANIAL: Tapi kan lo bilang mau nemenin nenekmu yang lagi sakit.
HAFIZ: Nah itu dia. Gue jelasin ke dia, tapi dia malah makin emosi.
(Aulia muncul dari arah lain taman. Wajahnya datar, tapi matanya tampak lelah.)
AULIA: Jadi gue yang salah?
DANIAL: UL , enggak begitu maksud hafiz.
HAFIZ : Gue cuma bingung harus milih yang mana. Gue sayang kalian semua.
AULIA: Tapi kadang sayang aja gak cukup, fiz.
(danial pun heran dengan apa yang hafiz katakan, dalam hatinya ia berkata “ ha sayang “)
(Fatma datang perlahan, menatap satu per satu temannya.)
FATMA : Kalian ini... kenapa jadi kayak gini? (dengan halus)
AULIA : ini bukan salahmu fat.
FATMA : Tapi semuanya mulai berubah sejak hafiz ingkar janji.
DANIAL: Bukan, bukan karena itu. Kita semua cuma... terlalu diam. Gak saling jujur.
(Suara hening sejenak. Angin hangat berhembus.)
HAFIZ: Gue cuma takut... takut kehilangan kalian semua.
AULIA: Gue juga, fiz. Tapi caramu ngejaga kita kadang malah bikin sakit.
(danial kembali membantin dalam hatinya “ haa “ sambil curiga)
FATMA : Aku cuma mau kita kayak dulu lagi. Ketawa, cerita, walau cuma hal sepele.
DANIAL: (sambil ragu dan sedikit heran) Mungkin kita butuh waktu. Tapi yang penting kita gak saling ninggalin.
(aulia duduk, diikuti Fatma . Danial dan Hafiz pun ikut duduk di kursi Taman .)
DANIAL: (dengan suara yang ceria) Gimana kalau kita mulai dari sekarang? Satu putaran, kita jujur satu hal ke yang lain.
HAFIZ: Oke, gue dulu. Gue minta maaf karena suka gak mikir dulu sebelum bertindak dan gue ingkar janji ke kalian sorry.
AULIA: Gue minta maaf karena terlalu keras dan gak denger penjelasan kalian.
FATMA : Aku minta maaf karena terlalu sering menahan perasaan, bikin kalian bingung.
DANIAL: Gue minta maaf karena selalu pengen semuanya sempurna, padahal kita cuma manusia.(dalam hatinya “ anjai “)
(Mereka saling pandang, lalu tertawa kecil.)
FATMA : Kita sahabat, kan?
SEMUA: (serempak) Iya, selamanya.
(Tirai perlahan menutup.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar