Kamis, 08 Mei 2025

DIALOG-KELOMPOK UBED

 Judul: "Bukan Soal Siapa yang Terkenal"


Tokoh:


Azzura – Berani dan populer, percaya diri jadi ketua.


Nilna – Pendiam, rajin, sering tak dianggap.


Alysia – Sosialita kelas, banyak pengikut tapi ragu jadi pemimpin.


Ubed – Teman Azzura, agresif, suka memanaskan suasana.


Jaya – Netral, jadi moderator dan ketua kelas sementara.




---


LATAR: Kelas XI IPS 2, suasana santai namun antusias menjelang pemilihan ketua kelas.


(Lampu menyala. Murid-murid duduk acak. Jaya berdiri di depan kelas dengan papan tulis bertuliskan “PEMILIHAN KETUA KELAS HARI INI.”)


Jaya: (mengetuk meja tiga kali) Oke teman-teman! Hari ini sesuai jadwal, kita akan memilih ketua kelas baru. Siapa yang mau mencalonkan diri, silakan maju dan sampaikan visi-misinya.


Azzura: (berdiri dengan percaya diri, senyum lebar) Aku Azzura. Kalian udah kenal aku. Aku aktif, suka organisasi, dan tahu cara memimpin. Aku ingin bikin kelas ini lebih disiplin dan aktif ikut kegiatan sekolah.


Ubed: (duduk, berseru keras) Setuju! Azzura paling cocok! Dia udah sering mewakili kelas sejak dulu. Gak usah ragu!


Alysia: (bangkit pelan, agak ragu) Aku Alysia. Aku ikut nyalon karena banyak yang dorong. Aku pengen suasana kelas lebih santai tapi tetap produktif. Kalau kalian pilih aku, aku janji bakal dengerin semua aspirasi kalian.


Jaya: (menulis di papan) Baik, Azzura dan Alysia sudah nyalon. Ada lagi?


(Suasana hening. Tiba-tiba Nilna berdiri dari pojok kelas.)


Nilna: (suara tenang dan mantap) Aku Nilna. Aku tahu aku gak populer, tapi aku selalu hadir, bantu teman, dan nyatet semua tugas. Aku mau jadi ketua supaya suara semua orang dihargai, bukan cuma yang paling kelihatan.


(Kelas mendadak hening. Beberapa murid saling pandang.)


Jaya: (senyum) Oke. Tiga calon. Besok kita pemungutan suara.



---


LATAR: Kantin sekolah. Azzura dan Ubed duduk bersama.


Ubed: (setengah berbisik) Zura, tenang aja. Kita pasti menang. Aku udah ajak beberapa anak buat dukung kamu. Lagian, masa iya mereka pilih Nilna? Siapa yang kenal dia?


Azzura: (berpikir, agak gelisah) Aku yakin bisa, Bed. Tapi... kalau mereka nilai dari kerja nyata, bukan dari omongan?


Ubed: (mengejek) Kerja nyata? Mana kelihatan kerjaannya Nilna? Orang dia diem terus!



---


LATAR: Taman sekolah. Alysia duduk di bangku, Nilna menghampiri.


Nilna: (lembut) Alysia, kamu kelihatan ragu...


Alysia: (menunduk) Aku nyalon cuma karena ditekan. Jujur, aku gak yakin bisa mimpin.


Nilna: Berarti kamu lebih tahu tanggung jawab itu berat. Itu udah jadi nilai lebih.


Alysia: Kamu berani banget, Nilna. Aku salut.


Nilna: Aku gak nyari menang. Aku cuma mau perubahan.



---


LATAR: Kelas. Hari pemilihan. Semua murid duduk rapi. Jaya berdiri membawa kotak suara.


Jaya: (serius tapi tenang) Sudah dihitung. Berikut hasilnya:


Azzura: 13 suara


Alysia: 4 suara


Nilna: 10 suara



(Kelas riuh. Beberapa tepuk tangan. Azzura tampak terkejut, lalu tersenyum bangga.)


Jaya: Selamat, Azzura terpilih sebagai ketua kelas kita!


Azzura: (berdiri) Terima kasih semuanya. Aku janji akan kerja keras, bukan cuma bicara. Aku ingin buktiin aku layak kalian pilih.


Nilna: (tersenyum) Selamat, Azzura. Aku tetap akan bantu semampuku.


Alysia: (menyambut) Kalau butuh tim, kita siap dukung. Kemenangan kamu, kemenangan kita juga.


Jaya: Itulah yang paling penting: saling dukung, bukan saling jatuhkan.


(Lampu meredup. Semua tokoh saling mendekat dan tersenyum. Tirai turun.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KARYA ILMIAH - AHMAD SETIAWAN

 Sisi Lain Media Sosial: Antara Manfaat dan Dampak Negatif bagi Masyarakat Modern Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keh...