Ahmad maalimil
Andi zaki
M. Filbert
M. Rajif
Noormaida mahrin
:
Judul: “Berani Berubah”
Latar Waktu dan Tempat:
Hari Senin pagi, pukul 07.00 WIB.
Di halaman sekolah sebelum jam pelajaran dimulai.
Tokoh:
Ahmad – Korban bullying, siswa pendiam dan baik hati
Mahrin – Pelaku bullying utama, anak yang suka pamer dan sok berkuasa
Rajif – Teman Mahrin, ikut-ikutan membully
Filbert – Teman Ahmad, tidak suka kekerasan tapi awalnya pasif
Andi – Siswa bijak yang berani membela kebenaran
[Adegan dimulai di halaman sekolah]
(Ahmad sedang duduk sendiri di bangku sambil membaca buku. Mahrin dan Rajif datang menghampiri dengan nada mengejek.)
Mahrin:
Eh, eh, lihat tuh! Si kutu buku Ahmad lagi belajar, padahal belum juga masuk kelas!
Rajif:
Hahaha! Apa kamu pikir buku bisa bikin kamu keren, Mad?
Ahmad: (berusaha tenang)
Aku cuma membaca. Nggak ganggu siapa-siapa, kan?
Mahrin:
Ganggu? Kamu tuh memang ganggu dari awal! Sok pintar, sok baik. Dasar aneh!
(Mahrin mendorong buku Ahmad hingga jatuh ke tanah.)
Ahmad: (pelan, menunduk)
Kenapa kalian selalu seperti ini? Aku nggak pernah salah sama kalian…
Rajif:
Karena kamu lemah! Hahaha!
(Filbert melihat dari kejauhan, ragu-ragu ingin membantu.)
Filbert: (dalam hati)
Aku harusnya bantu Ahmad... tapi kalau nanti aku malah dibully juga?
(Andi datang, melihat situasi, langsung menghampiri dengan tegas.)
Andi:
Mahrin! Rajif! Hentikan! Ini sudah keterlaluan!
Mahrin:
Wah, pahlawan kesiangan datang. Mau sok jadi guru, Andi?
Andi:
Aku cuma mau bilang, apa kalian senang nginjek orang lain? Ahmad nggak pernah ganggu kalian.
Rajif:
Yah, kami cuma bercanda, kok!
Ahmad: (dengan suara pelan tapi jelas)
Kalau itu bercanda, kenapa aku merasa takut tiap kali kalian datang?
(Suasana hening. Filbert maju mendekat.)
Filbert:
Aku juga salah. Aku tahu kalian salah, tapi aku diam aja. Maaf, Ahmad.
Andi:
Udah waktunya kita berani berdiri buat yang benar. Bukan cuma jadi penonton.
Mahrin: (terdiam, mulai merasa bersalah)
Aku... aku cuma mau dihargai. Tapi mungkin caraku salah...
Rajif:
Aku juga minta maaf, Mad. Nggak seharusnya kita begitu.
Ahmad: (tersenyum kecil)
Aku maafin kalian. Aku cuma mau bisa belajar dan punya teman, bukan musuh.
(Mereka semua saling menatap. Bel sekolah berbunyi. Mereka berjalan bersama menuju kelas.)
[Adegan Selesai]
Pesan Moral:
Berani membela kebenaran lebih sulit daripada diam, tapi itulah yang membuat perubahan. Setiap orang pantas dihormati, bukan direndahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar