*Resensi buku "3726 MDPL"*
Judul: 3726 MDPL
Penulis: Ahmad Fuadi
Penerbit: Falcon Publishing
Tahun Terbit: 2023
Jumlah Halaman: 208
Genre: Fiksi Inspiratif
*Sinopsis*
3726 MDPL mengisahkan perjalanan hidup seorang pendaki muda bernama Arif, yang memiliki ambisi besar untuk menaklukkan salah satu puncak tertinggi di Indonesia, Gunung Semeru. Namun, cerita ini bukan hanya tentang pendakian fisik, melainkan juga pendakian mental dan spiritual. Arif berusaha menemukan makna kehidupan, menghadapi konflik internal, serta merajut hubungan yang lebih dalam dengan keluarga dan teman-temannya.
Selama perjalanan, Arif dihadapkan pada tantangan yang menguji keberanian, keuletan, dan kesabarannya. Melalui dialog batin dan interaksi dengan alam, pembaca diajak merenungkan arti cita-cita, persahabatan, dan keberanian menghadapi kegagalan.
*Kelebihan Buku*
1. Narasi Inspiratif: Ahmad Fuadi berhasil menghadirkan cerita yang memotivasi pembaca untuk tidak menyerah pada impian, apa pun rintangannya.
2. Deskripsi Alam yang Indah: Gambaran keindahan Gunung Semeru sangat hidup, membuat pembaca seolah ikut mendaki bersama tokoh utama.
3. Penuh Nilai Kehidupan: Novel ini menyentuh berbagai aspek kehidupan, seperti pentingnya menjaga hubungan keluarga, persahabatan, dan pencarian jati diri.
4. Bahasa Sederhana tapi Menyentuh: Gaya penulisan Ahmad Fuadi mudah dipahami namun tetap kaya emosi.
*Kekurangan Buku*
1. Alur Cerita Agak Lambat: Beberapa pembaca mungkin merasa alur awal terlalu lambat karena banyak eksplorasi batin yang memakan porsi besar.
2. Karakter Pendukung Kurang Mendalam: Beberapa tokoh pendukung seperti teman pendaki Arif kurang mendapatkan porsi yang cukup untuk berkembang.
*Kesimpulan*
3726 MDPL adalah novel yang menyajikan perpaduan antara kisah petualangan dan refleksi kehidupan. Buku ini cocok bagi mereka yang mencari bacaan ringan tetapi penuh makna, terutama para pencinta alam dan pendaki gunung. Selain menghibur, novel ini juga memberikan inspirasi untuk tidak takut menghadapi ketinggian—baik secara harfiah maupun metaforis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar